Konsep Segitiga Pengaman lingkungan Hidup

Written by Admin on . Posted in SIMPOSIUM NASIONAL SUSTAINABLE DEVELOPMENT

 


Sejarah dalam perjalanan bertema lingkungan hidup telah mengalami perubahan-perubahan makna untuk menjadi basis penyeimbang pada kehadiran manusia di muka bumi ini. Namun sejalan dengan itu dilematis lingkungan hidup tetap menjadi permasalahan  marginal.

Kepedulian terhadap kualitas lingkungan hidup mungkin baru dapat dirasakan pada saat pada musim kemarau yang terasa panjang, tidur tak pernah nyenyak karena cuaca panas, air terasa semakin sulit, dan teriknya matahari semakin kita sulit untuk bergerak. Apalagi pada saat asap akibat kebakaran lahan sudah sulit untuk bernafas di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kebalikannya pada musim hujan, itupun menjadi sarat keluhan terhadap lingkungan, banjir dimana-mana, kesulitan beraktivitas karena lahan menjadi basah dan kotor, serta banyaknya lahan pertanian rusak karena banjir. Itu hanya sebagian kecil kesan-kesan kritis terhadap kualitas lingkungan pada saat cuaca dan kondisi ekstrim.

Tapi bagaimana apabila keadaan ekstrim tersebut tidak dirasakan oleh para ortang-orang yang berada di wilayah aman kondisi ekstrim?, mereka berada diruang dengan penyejuk ruangan, mereka memiliki daya untuk mengadakan sumber daya air, mereka memiliki kendaraan dalam aktivitasnya, dan mereka tinggal di wilayah dengan infrastruktur yang aman dari  kondisi kritis. Siapa mereka? Merekalah para pemegang kebijakan, pemegang kekuasaan, pemegang figure public, dan pemegang kendali kehidupan di bumi. Mereka juga lah yang menularkan virus gaya-gaya hidupnya kepada orang-orang lain yang menjadi follower setetes demi setetes, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dan bahkan sampai saat ini kita menjadi tidak tahu apakah kita sudah tertular dengan gaya-gaya hidup tersebut?. Oleh sebab itu, siapa mereka?, Mereka adalah orang yang tidak tahu, Mereka adalah orang yang tahu tapi tidak mau tahu, dan Mereka adalah orang-orang yang serakah.

Makna-makna tersebut antara lain yang pernah kita kenal  “Silent of the Summer” pada awal kesadaran akan lingkungan, “our future” dalam upaya mengajak semua suku, bangsa, dan ras dalam mengantisipasi kerusakan lingkungan. “the earth one” untuk mengingatkan bahwa tidak ada tempat lain untuk hidup kecuali bumi. “Sustainable development” dalam internalisasi kebutuhan lingkungan hidup dalam kerangka pembangunan. “Responsibility environmental behavior” melibatkan peran individu untuk bertanggungjawab secara moral dalam menjaga kualitas lingkungan.

Riwayat perjalanan manusia dan lingkungannya telah menjawab permasalahan bahwa (1) Ada manusia yang tidak tahu, apa itu lingkungan hidup, dan mengapa kita membutuhkan lingkungan hidup; (2) Ada orang yang tahu, bahwa lingkungan hidup merupakan wahana pelindung bagi keberlanjutan kehidupan manusia, tetapi orang itu tidak peduli; dan (3) Ada orang yang “serakah” dalam filsafat hidupnya, selalu merasa kurang, selalu ingin lebih dari yang lain, selalu ingin puas, bahkan selalu ingin berkuasa. Untuk itu, permasalahan lingkungan hidup dewasa ini hanya dilakukan oleh ketiga tipe manusia tersebut.

Bacaan menarik ini, selengkapnya bisa unduh file di bawah ini :

Download File (Pdf)
Size :
153 KB

pic1

UK Bookamekrs http://gbetting.co.uk Free Bets